Pengalaman kandidat kini menjadi salah satu perhatian penting dalam dunia rekrutmen. Pengalaman kandidat adalah persepsi dan reaksi kandidat tentang keseluruhan proses rekrutmen dan hiring di suatu perusahaan, yang akan mempengaruhi keputusan kandidat untuk melanjutkan proses rekrutmen atau menerima offering posisi. Pengalaman ini terhitung bahkan sejak kontak pertama perusahaan dengan kandidat ke titik terakhir hingga kandidat tersebut diterima maupun ditolak dari perusahaan.
Sama halnya dengan kepuasan pelanggan, pengalaman kandidat menjadi sangat penting karena dapat berdampak pada Brand Experience. Akumulasi pengalaman pelanggan terhadap suatu produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan akan berdampak pada terciptanya kesan pelanggan terhadap suatu brand. Tidak menutup kemungkinan bahwa pelanggan setia perusahaan kita merupakan salah satu kandidat yang ingin bergabung. Pengalaman yang buruk dalam proses rekrutmen tentunya dapat mengubah persepsi kandidat akan perusahaan, dan dapat mengurangi rasa hormat kandidat pada perusahaan Anda, baik sebagai tempat bekerja maupun sebagai sebuah merek.Terdapat 4 aspek penting yang perlu dipastikan dalam pengalaman kandidat:
1. Transparansi
Berikanlah kejelasan informasi pada kandidat Anda mengenai keseluruhan proses rekrutmen, seperti nama posisi, uraian jabatan posisi tersebut, tahapan rekrutmen yang akan diajalani oleh kandidat, dan lokasi kantor. Hal yang penting untuk diperhatikan, uraian jabatan akan memberikan ekspektasi kepada kandidat terkait hal-hal yang menjadi tanggung jawabnya nanti. Perusahaan perlu menjelaskan ekspektasi pekerjaan secara realistis dengan menuliskan uraian jabatan yang sudah dikonfirmasi kembali kesesuaiannya kepada departemen yang bersangkutan. Selain itu, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa transparansi tahapan rekrutmen dapat mengelola ekspektasi kandidat terkait tahapan yang akan dilaluinya, hal ini akan mengurangi gugurnya kandidat di proses rekrutmen. Hal lain yang dapat Anda diperhatikan dalam mengundang kandidat mengikuti proses rekrutmen adalah memberikan informasi waktu dan alamat tempat pertemuan yang jelas. Anda juga dapat memberikan informasi nama interviewer yang akan ditemui kandidat, sehingga kandidat dapat lebih mempersiapkan dirinya.
2. Kemudahan
Tinjau kembali proses rekrutmen yang Anda lakukan, mulai dari pengisian form aplikasi pelamar, penjadwalan interview, sampai dengan proses akhir rekrutmen. Kandidat akan lebih menyukai proses yang mudah dan tidak berulang. Form aplikasi pelamar seringkali hanya mengulang isi curriculum vitae atau resume yang kandidat submit. Anda dapat meninjau kembali informasi apa saja yang memang perlu ditanyakan dalam form aplikasi pelamar.Penggunaan teknologi dalam proses rekrutmen dapat menjadi salah satu instrumen yang sangat membantu menciptakan pengalaman kandidat yang baik. Saat ini sudah tersedia banyak pilihan software recruitment. Anda juga dapat mengembangkan fitur aplikasi dalam website perusahaan sehingga kandidat dapat mempelajari perusahana Anda ketika melamar melalui website tersebut. Pelajarilah fitur-fitur yang dapat Anda kembangkan dalam aplikasi sehingga dapat memudahkan kandidat dalam melamar pekerjaan di perusahaan Anda.
Tinjau kembali proses rekrutmen yang Anda lakukan, mulai dari pengisian form aplikasi pelamar, penjadwalan interview, sampai dengan proses akhir rekrutmen. Kandidat akan lebih menyukai proses yang mudah dan tidak berulang. Form aplikasi pelamar seringkali hanya mengulang isi curriculum vitae atau resume yang kandidat submit. Anda dapat meninjau kembali informasi apa saja yang memang perlu ditanyakan dalam form aplikasi pelamar.Penggunaan teknologi dalam proses rekrutmen dapat menjadi salah satu instrumen yang sangat membantu menciptakan pengalaman kandidat yang baik. Saat ini sudah tersedia banyak pilihan software recruitment. Anda juga dapat mengembangkan fitur aplikasi dalam website perusahaan sehingga kandidat dapat mempelajari perusahana Anda ketika melamar melalui website tersebut. Pelajarilah fitur-fitur yang dapat Anda kembangkan dalam aplikasi sehingga dapat memudahkan kandidat dalam melamar pekerjaan di perusahaan Anda.
Proses penjadwalan interview seringkali menjadi hambatan tersendiri dan dapat berpotensi merusak pengalaman kandidat. Anda bisa menggunakan Calendly (https://calendly.com), SparkHire (https://www.sparkhire.com/interview-scheduling-software), goodtime (https://www.goodtime.io/interview-scheduling), yello (https://yello.co/interview-scheduling-software/) untuk merencanakan waktu interview sehingga kandidat bisa memilih waktu interview sesuai dengan ketersediaan jadwal rekruter dan kandidat juga dapat mengkonfirmasi kehadirannya lewat aplikasi tersebut. Anda dapat mempertimbangkan untuk menggunakan software applicant tracking untuk mempermudah proses rekrutmen kandidat.
3. Kesetaraan / Equality
Perlakukanlah kandidat Anda tanpa membeda-bedakan apapun jabatan, usia, gender, maupun rasnya. Kesetaraan ini membuat kandidat merasa dihargai dan meningkatkan nilai perusahaan di mata kandidat. Pastikan alasan memilih kandidat untuk maju ke tahap interview maupun ke tahap lainnya tidak menyertakan unsur pribadi (contoh: hanya memilih kandidat dengan ras tertentu). Hal ini turut membantu meminimalisir stigma di masyakarakat terhadap perusahaan (seperti: perusahaan tersebut hanya menerima karyawan dari ras tertentu saja). Interviewer memegang peran penting untuk mencapai hal ini. Interviewer merupakan salah satu orang pertama yang merepresentasikan citra perusahaan. Bersikap professional menjadi salah satu cara sederhana yang bisa Anda lakukan. Pastikan pertanyaan-pertanyaan yang Anda ajukan relevan untuk mencari tahu secara mendalam hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan. Hindari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan hanya untuk memenuhi rasa penasaran interviewer terhadap kandidat.
4. Kecekatan
Membiarkan kandidat menunggu terlalu lama adalah hal yang perlu perusahaan hindari dalam proses rekrutmen. Segera berikan respons bagi kandidat apapun hasil yang didapatkannya. Hal ini juga berhubungan dengan feedback terhadap kandidat, baik ketika kandidat tersebut diterima maupun ditolak untuk bergabung bersama perusahaan. Pemberian feedback secara personal menjadi salah satu cara untuk membuat kandidat memiliki pengalaman yang lebih baik dalam proses rekrutmen.Perlu adanya pertimbangan matang ketika menciptakan proses rekrutmen agar membangun pengalaman positif bagi kandidatnya. Oleh karena itu, usaha dalam membangun pengalaman tersebut tidak hanya bisa didapat dengan melihat sudut pandang perusahaan sebagai rekruter saja. Sudut pandang karyawan menjadi kunci penting untuk terus memperbaiki dan menyempurnakan proses rekrutmen dalam perusahaan. Terbukalah pada feedback dari kandidat pasca proses rekrutmen dilakukan. Penting bagi perusahaan untuk menjaga kepuasan kandidat selayaknya mereka memperlakukan pelanggannya.
